Categories
PENDISTRIBUSIAN

Inisiasi Bentuk Kampung Tanggap Bencana Corona

Perkembangan masalah positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Jumlah masyarakat yang dinyatakan positif mencapai hasil Sementara Jangkauan masyarakat yang dinyatakan positif juga semakin meluas. Imbauan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah masing-masing dan tidak melakukan perjalanan untuk memutus rantai perpindahan Covid-19 kurang begitu didengar oleh masyarakat. 

Sebagian besar masyarakat memilih lumpurik ke daerah asalnya, dan tentu saja akan menambah daftar panjang daerah yang terpecah Covid-19 jika masyarakat lumpurik dianggap positif.

Berangkat dari sinilah BAZNAS melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) menginisiasi program Kampung Tanggap Bencana Corona sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik untuk menggunakan wabah corona yang berbasis komunitas. Pembentukan Kampung Tanggap Bencana Corona dilakukan sebagai upaya untuk mencegah dan penanganan terhadap virus corona yang wabahnya dimulai pada penambahan ke desa binaan ZCD.

Perlu dilakukan langkah yang konkrit untuk dipindahkan penyebaran Covid-19 di daerah.

`Program Desa Tanggap Bencana Korona ini akan kita terapkan di 107 desa yang menjadi titik implementasi program ZCD hingga saat ini. Berkaitan dengan masalah perpindahan Covid-19 yang meningkat dari waktu ke waktu, semakin dibutuhkan langkah-langkah percepatan, dibutuhkan untuk desa yang minim akses teknologi dan informasi, `Kepala Lembaga Program ZCD, Tatiek Kancaniati.

Tatiek menjelaskan beberapa rangkaian kegiatan untuk mengimplementasikan Kampung Tanggap Bencana Corona, memasukkan persetujuan Sahabat Tanggap Corona, sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memperkuat keamanan kampung, membuat posko tanggap korona, menghubungkan hubungan sosial, dan mensterilkan fasilitas umum.

Selain itu, dalam melakukan sosialisasi, lanjut Tatiek sahabat ZCD tetap meminta protokol persetujuan Covid-19. Seperti memasang poster tentang memahami Covid-19 di posko atau tempat kegiatan program, Sahabat ZCD tetap menyimpan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti topeng, sarung tangan, dan topi.

‘Pembentukan Kampung Tanggap Bencana Corona sangat berhasil, khususunya oleh Sahabat ZCD sebagai pendamping di titik implementasi program ZCD. Mereka bergerak proaktif dengan kreatifitasnya masing-masing melakukan kampanye perpindahan Covid-19, ‘jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BAZNAS, M. Arifin Purwakananta menambahkan BAZNAS sangat peduli untuk membantu pemerintah menghindari meluasnya penggunaan Covid-19. Kampung BAZNAS Tanggap Bencana Corona adalah bagian dari program bantuan yang didukung oleh komunitas.

‘Pengembangan Komunitas Zakat memiliki jaringan komunitas yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. BAZNAS memanfaatkan jaringan ini untuk melakukan tindakan guna Covid-19 agar segera mereda dan tidak terus meluas, ‘katanya.

Beberapa Kampung Tanggap Bencana Corona telah menjalankan programnya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi menggunakan distribusi Covid-19. Salah satunya di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa Bedono telah melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa desa, memasang spanduk tentang pemahaman Covid-19 di titik aktivitas masyarakat, dan menggalakkan kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat.